Welcome to Difa Oral Health Center

Opening Hours : Senin-Jumat 14:00-20:00, Sabtu 09:00-15:00
  Contact : +62813-1650-6535

Korelasi Anak Malas Mengunyah dan Sempitnya Rahang ketika Dewasa (Kulwap 1.1)

Jadi gini Bunda, bentuk dan posisi gigi yang sempurna adalah impian semua orang ya. Namun kasus gigi bertumpuk atau berjejal semakin banyak ditemui pada remaja. Termasuk gigi keponakan-keponakan saya sendiri. 

Tanpa disadari ternyata ada sejumlah perilaku yang dapat menyebabkan gigi tidak teratur. Berhubung judul tulisan ini menyebutkan kata “malas mengunyah”, maka kita akan fokus membahas hal tersebut. 

Gigi yang bertumpuk bisa disebabkan oleh genetika, lingkungan dan kebiasan buruk. Nah malas mengunyah ini masuk ke faktor lingkungan!!
Salah satu faktor lingkungan tersebut adalah diet/pola makan. Tau sendiri dong ya Bun, yang ngatur pola makan anak di rumah tuh siapa? Tentu Bunda-bunda sekalian kan ya. Contohnya, anak yang keseringan diberi makanan lembut akan menyebabkan anak malas mengunyah. Akibatnya, pertumbuhan rahang anak terganggu sehingga tidak cukup tempat untuk gigi tetapnya tumbuh.

Sebenernya nih Bunda, gigi susu justru bagusnya memang renggang-renggang karena gigi tetap ukurannya biasanya hampir dua kali lebih besar dari gigi susu. Kalau gigi susu rapat atau sudah terlanjur bertumpuk, artinya ruangan untuk tumbuh gigi tetapnya nanti akan berkurang sehingga menyebabkan gigi berjejal. Jadi Bunda yang anaknya pas masih gigi susu rapi dan rapet banget jangan keburu senang dulu ya, kudu waspada!!

Para peneliti dari Johns Hopkins Center for Functional Anatomy and Evolution mengungkapkan, bahwa: Setiap manusia memiliki bentuk rahang yang sama ketika dilahirkan meski memiliki perbedaan genetis. Bentuknya baru mengalami perbedaan dalam proses pertumbuhannya.

Para peneliti tadi membuktikan bahwa tulang rahang bersifat plastis atau bisa berubah bentuk sebagai respons terhadap faktor lingkungan, dalam hal ini diet/pola makan. Latihan mengunyah akan merangsang perkembangan rahang anak sehingga rahang tidak sempit loh Bun..

Jika anak sering makan daging atau makanan yang keras2 maka anak akan memiliki rahang yang lebih bulat dan berukuran lebih lebar. Sementara anak yang mengunyah makanan yang lunak-lunak rahangnya akan tumbuh lebih sempit. 

Tau sendirikan ya, jaman sekarang, anak-anak lebih senang makannya makanan olahan, makan ayam pun disuwir. Sedangkan jaman dulu orang-orang makannya real food, dan teknologi memasak juga belum secanggih sekarang, yang bisa masak makanan empuk dalam waktu singkat kan.

Nah, Gen memang berpengaruh terhadap penampilan fisik kita nih Bunda, namun pertumbuhan tulang rahang dipengaruhi oleh banyak hal tadi. Contohnya tekanan mekanis dari ketegangan otot di sekitar rahang saat makan maupun saat melakukan aktivitas sehari-hari akan memberi bentuk pada tulang wajah kita secara keseluruhan.

Jadi, Sebaiknya Bunda memberikan makanan yang membuat anak mengunyah di masa pertumbuhan atau grow spurt (bukan grow spurt yg pas bayi ya). Contohnya ketika kita kasih buah apel, jangan dalam bentuk potongan2 kecil. Biarkan anak menggigitnya dari buah utuh, atau cukup potong empat saja. Eits, tapi tetap harus mengukuti saran dari DSA tersayang yaa Bun, kapan anak harus makan lembut dan kapan bisa naik tekstur..

Oh iya, sekalian ngasih tau buat Bunda yang belum tau, kalau gigi susu anak-anak totalnya berjumlah 20 gigi. Sedangkan gigi permanen dewasa ada 32 gigi ya. Jadi ada sebagian gigi permanen yang memang tumbuh tanpa menggantikan gigi susu, oleh sebab itu ruangan untuk tumbuhnya sebaiknya kita perhatikan…

Hayo Bunda disini siapa yang sudah cabut/operasi gigi bungsu? Biasanya yang diwajibkan cabut karena gigi bungsunya tumbuh tapi ruangannya gak cukup nih Bun…

Pengaruh malas mengunyah ketika kecil memang bisa menyebabkan rahang sempit dan gigi berjejal ketika dewasa. Tapi gak cuma itu loh Bunda. Masa anak-anak adalah masa emas, masa dimana tubuhnya memerlukan setiap gizi yang bisa di serap! Setiap kekurangan gizi yg terserap ketika masa kanak2 bisa berakibat banyak pada saat dewasanya.

Nah balik bahas gigi lagi ya Bun. Tau ga, kalau gigi dewasa benihnya dibuat dari asupan nutrisi dan gizi sejak anak lahir hingga gigi tersebut muncul (berarti dalam rentang waktu 6-13 tahunan). Bisa sampai usia 20 tahun lebih untuk gigi bungsu. Bagus atau tidaknya gigi permanen anak kita, semua ada di tangan Bunda-bunda semua! Karena Bunda ikut andil dalam memilihkan makanan yg tepat!

Ingat loh, rentang waktu tumbuh gigi tetap itu cukup lama. Jadi kebiasaan mengunyah anak tetap harus diperhatikan paling tidak sampai anak usia 13 tahun. Jadi kalau ada yang bertanya-tanya, gigi permanen nya kok gampang berlubang ya? Kok rapuh ya? Hal tersebut mungkin salah satunya bisa disebabkan karena gizi yg masuk gak komplit nih Bun, gigi jadi mudah rapuh. Selain itu karena malas ngunyah bikin self cleansing mekanisme di mulut jadi gak bekerja, alias ludahnya sedikit.

Selain malas mengunyah biasanya anak juga seneng ngemut makanan nih Bun. Mengemut makanan bikin area mulut anak pH nya jadi tidak seimbang loh. Sehingga gigi jadi cenderung lebih lunak, dan bakteri penyebab lubang gigi happy karena bisa memangsa gigi kalian dengan lebih mudah lagi. Effortless gitu Bunda. Apalagi ditambahin males sikat gigi ya kan…

Agar mau mengunyah anak sebaiknya tidak diberikan makanan halus terus menerus. Dan diberikan rangsangan makan sesuai sama usia anak ya Bunda. Kenapa? Karena, efek kunyah ini bisa merembet kemana2, selain kekurangan gizi.

Ketika pertumbuhan dan perkembangan giginya anak gak bagus. Lets say baru umur sekian gigi depannya udah habis/gigis, bisa mempengaruhi kemampuan anak untuk berbicara. Karena ada huruf-huruf tertentu yg pelafalannya membutuhkan gigi. Selain itu gigi juga berperan penting dalam kemahiran berbicara. Makanya kadang kalau giginya jarang2, atau berjejal, cara ngomong anak kita agak beda, atau ada aksennya, atau cadel.

Sepenting itu loh Bunda, gigi kita.

Efek lain males ngunyah dan makan di emut, gigi gampang bolong/gigis ya. Selain masalah dalam berbicara, ada efek psikologis juga pada anak. Biasanya anak jadi gak PD, dan di bully temen main. Makan makin susah, akibatnya gizi makin buruk.

Jadi buat Bunda-bunda, jangan sepelekan ya kalau anak kita malas mengunyah makanan.

Oh iya intermezzo sedikit, kalau bisa juga hindari ya Bunda, meniup makanan sebelum disuapin ke anak. Atau mengunyahkan terlebih dahulu makanan sebelum di berikan ke anak. Karena cara-cara tersebut, adalah salah satu cara penularan lubang gigi pada anak. Selain itu mengunyahkan makanan terlebih dahulu kan artinya kita yag ngunyah ya Bunda, bukan anak kita..

Terus kalau ternyata anaknya Bunda-bunda sudah remaja atau usia sekolah, tapi gigi permanennya terlanjur bertumpuk dan berjejal baiknya diapain ya? Jawabannya dipakein kawat gigi ya Bunda. Kalau masih usia SD/gigi campur, bentuk kawat giginya beda loh sama kawat gigi orang dewasa..

Behel yang umum kita ketahui (yg nempel di gigi) sebenernya bisa dipakai juga sama remaja (usia gigi campur, yang sudah mendekati tumbuh semua permanent nya) atau ketika sudah gigi tetap semua, di usia 12-15 tahunan. 
Cuma pemakaian ortho sedari dini harap diperhatikan ya Bunda, karena ada faktor gigi bungsu yang belum muncul..

Nah, di artikel selanjutnya kita akan membahas gimana cara memilih tipe behel yg cocok sama kita oleh drg Adianti, Sp. Ort.

Mudah-mudahan tulisan ini berguna ya buat Bunda sekalian…

drg. Dita Firdiana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *